BAPELKES.ID– Sebagai langkah preventif dalam menekan angka kematian akibat kanker pada perempuan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe menyelenggarakan Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Leher Rahim Bagi Dokter di Puskesmas.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga medis ini dilaksanakan dengan metode Blended Learning, yaitu kombinasi pembelajaran mandiri/daring dan praktik lapangan/luring. Sesi daring dijadwalkan berlangsung pada 11 – 16 Mei 2026, yang kemudian akan dilanjutkan dengan sesi luring di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Sulawesi Utara pada 17 – 23 Mei 2026.
Pelatihan ini dibuka secara resmi pada Senin (11/05/2026) oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME, melalui pertemuan virtual.zoom meeting dan live youtube kanal resmi Bapelkes Sulut, Dalam arahannya beliau menekankan pentingnya peran dokter puskesmas dalam mendeteksi gejala kanker sejak tahap awal guna meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
"Kanker payudara dan leher rahim masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Melalui pelatihan ini, kami berharap para dokter di setiap Puskesmas memiliki ketajaman diagnosis dan keterampilan teknis yang mumpuni dalam melakukan deteksi dini secara akurat," ungkap dr. Handry.
Format Blended Learning dipilih untuk memberikan pemahaman teoretis yang mendalam secara efisien sebelum para peserta terjun langsung melakukan praktik klinis.
Tahap Daring (11-16 Mei): Difokuskan pada pendalaman materi, regulasi, dan prosedur administratif medis.
Tahap Luring (17-23 Mei): Berlokasi di Bapelkes Sulawesi Utara, para dokter akan mengikuti simulasi dan praktik langsung di bawah bimbingan instruktur profesional untuk mengasah keterampilan teknis pemeriksaan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk memastikan layanan kesehatan primer mampu menangani masalah kesehatan reproduksi secara komprehensif. Dengan kompetensi yang tersertifikasi, para dokter diharapkan dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat guna memberikan proteksi kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat di Bumi Sangihe.